<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tanpa Media (Cetak) Tetap Hidup?</title>
	<atom:link href="http://amintr.wordpress.com/2008/07/07/tanpa-media-cetak-tetap-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amintr.wordpress.com/2008/07/07/tanpa-media-cetak-tetap-hidup/</link>
	<description>curhat kecil dalam bertera bit awan data dan makna</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 06:09:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: djoko setyabudi</title>
		<link>http://amintr.wordpress.com/2008/07/07/tanpa-media-cetak-tetap-hidup/#comment-7</link>
		<dc:creator>djoko setyabudi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 08:24:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amintr.wordpress.com/?p=19#comment-7</guid>
		<description>itu mah tergantung perilaku audience, lha kalo emang di suatu lokasi gak ada media cetak yang masuk (terdistribusi), kan gak ada masalah. Wong dari dulu juga gak pernah baca media cetak, maka gak ada kebutuhan itu. Paling nggosip aja. Eh ada TV, alhamdulillah....

-------------------------------
&lt;em&gt;
Eh iya ya ... kenapa rumit-rumit? Tapi maksudnya orang yang sudah biasa baca koran kalau tiba-tiba menghentikan kebiasaannya dan toh tak terjadi apa-apa, saat itulah nampaknya lampu merah buat industri media cetak. Jadi buatlah pelanggan koran itu tak hendak berpaling.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itu mah tergantung perilaku audience, lha kalo emang di suatu lokasi gak ada media cetak yang masuk (terdistribusi), kan gak ada masalah. Wong dari dulu juga gak pernah baca media cetak, maka gak ada kebutuhan itu. Paling nggosip aja. Eh ada TV, alhamdulillah&#8230;.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em><br />
Eh iya ya &#8230; kenapa rumit-rumit? Tapi maksudnya orang yang sudah biasa baca koran kalau tiba-tiba menghentikan kebiasaannya dan toh tak terjadi apa-apa, saat itulah nampaknya lampu merah buat industri media cetak. Jadi buatlah pelanggan koran itu tak hendak berpaling.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
