Komunikasi yang Menghidupkan

Maret 8, 2009

Hidup kita dibungkus oleh komunikasi. Can’t live without. Tetapi ada yang lebih menyenangkan melihat komunikasi telah mengubah banyak orang menjadi pribadi yang mandiri, menolong dirinya sendiri dan survive dalam alun dan ombak hidup yang menuntut keterampilan menyiasatinya.

Cerita-cerita berikut bisa jadi bukan semata-mata karena keberhasilan komunikasi. Tetapi tak apalah … disambung-sambungkan sedikit. Selamat menikmati.

1. Komunikasi ala Ex Office Boy

Kenal dengan Gugi (bukan nama sebenarnya) saat ia jadi office boy di sebuah perusahaan computer. Umurnya yang masih belia, sekitar 20-an tahun dan wajahnya yang selalu optimis, menyiratkan sebuah keinginan maju yang luar biasa. Sebagai seorang OB, keingintahuannya cukup besar. Cara berkomunikasinya yang antusias sekarang telah mengantarkannya menjadi pemasar produk kredit dari sebuah bank asing yang terkenal. Dua tahun yang lalu ia harus menyalurkan lebih dari 4 Milyar Rupiah per bulan. Saat ini mungkin dia sudah menjadi manajer. Wallahu alam.

Baca 8 cerita lainnya. Baca entri selengkapnya »


Mitos Hilang, Sadisme Berbilang

November 3, 2008

Andai saja saya ahli Psikologi sosial, atau paling tidak saya paham teori Mitos seperti dari Claude Levi-Strauss, Carl Jung dan sebagainya. Seandainya saya tahu psikoanalisa Freud dengan benar. Pasti kejadian-kejadian yang akan saya tulis ini langsung dapat dijelaskan dengan ilmiah. Sayang saya bukan orang itu.

Kejadiannya sebenarnya bisa dibilang ‘sepele’ (sepele saya beri tanda kutip karena dulunya hal ini bukan main-main, amat sangat serius!). Begini, dalam beberapa hari terakhir, beberapa kali saya menjumpai bangkai kucing yang tewas tertabrak kendaraan di jalan raya. Badannya hancur, tergeletak bersimbah darah.

Baca entri selengkapnya »