seekor elang
dengan mata berkaca-kaca
dan sayap terkembang
merengkuh bukit dan lembah
terbang dalam buta
disiksa asap dan hawa panas
sisa hutan terbakar.
air mata elang
menguap saat jatuh
di sungai kering
jauh sebelum memuara.
seekor elang
dengan mata berkaca-kaca
hening di pucuk asam hutan
sisa immoral logging
mengenang sebuah kehilangan
sebuah sarang dan masa depan spesiesnya.
air mata elang
jatuh di tubuh mahakam
membubarkan kutu kojo yang mengundang banjir.
Menyeret bangkai pohon remaja
sebagian hanya terserak sebagian lagi hanyut.
Tongkat sihir para pemuja dewi pertumbuhan
telah memaksa bukit-bukit bertelanjang
mengisahkan selubung hijau yang tanggal
dan hilangnya hutan perawan.
elang yang kehilangan sarang
meliuk menghindar asap panas
mencari teduh yang tak ditemui
di pucuk asam hutan yang renta.
ini sebuah epilog elang terakhir dari borneo tua
yang berteduh di bangkai eskavator berkarat.
elang yang kehabisan air mata
berusaha memalingkan wajah tirusnya
paruhnya nganga mendengar bayi menangis
dari rumah lamin yang miring menunggu runtuh.
(air mahakam meninggi
merendam pucuk-pucuk jagung)