Adalah menyalakan api yang mengusir ketakutan yang gelap
Hingga tak ada jalan yang tak bisa terlewati
Adalah belajar membaca buku Tuhan tentang kasih sayang
Hingga menemukan sepotong tulang iga Adam dari miliaran yang terserak
Adalah berkenalan dengan seorang sahabat jiwa
Yang akan menjadi teman dalam sejauh-jauh perjalanan
Adalah menghadapkan hati pada wajah cerminmu
Hingga tahulah bahwa ada salah dan cela dalam laku hidupku
Adalah kehadiran hati yang telanjang
Seperti saat matahari meminang pagi
Adalah jawaban atas doa
Hingga yang seharusnya dekat jadilah dekat
Adalah pagi di tepi mata telagamu
Hingga berperahu kita di hati yang samudera
————————————————————–

Puisi ini saya tulis tahun 2004 sebagai hadiah pernikahan bagi istri saya. Dilukis diatas kanvas berukuran 80 X 80 cm oleh Mas Tulus Rahadi. Boleh di kopi jika berkenan, jangan lupa menyebut sumbernya.