Digital Printing

Mei 17, 2009

Istilah digital printing untuk menyebut printing ukuran besar akhir-akhir ini sangat populer. Dimulai sekitar tahun 2001 ketika printer ukuran besar keluaran China mulai masuk Indonesia, harga cetak untuk media ini seperti terjun bebas.

Backdropp ini dibuat dengan sticker untuk keperluan indoor meeting Bank Mandiri. Didesain dengan AI.

Backdropp ini dibuat dengan sticker untuk keperluan indoor meeting Bank Mandiri. Didesain dengan AI.

Padahal penyebutan digital printing seharusnya berlaku juga untuk setiap pencetakan berbasis digital atau dot. Jadi printer kita dirumah pun juga digital printing! (Ada artikel cukup lengkap mengenai hal ini di www.jempolpod.wordpress.com)

Poster film jaman dahulu yang identik dengan lukisan tangan, atau spanduk yang lahir dari teknik screen printing (sablon) tak lupa kaos yang dulu dicetak dengan sablon juga, kini semua berpaling ke cetak digital.

Baca entri selengkapnya »


Komunikasi ala Rock ‘n Roll

Mei 12, 2009

Ian Antono dan Achmad Albar. Di belakang ada Donny Fattah dan Abadi Soesman, formasi Cermin yang melegenda.

Ian Antono dan Achmad Albar. Di belakang ada Donny Fattah dan Abadi Soesman, plus Yaya Moektio formasi Cermin yang melegenda.

Mereka yang lahir tahun70-an pasti pernah mengalami naiknya pamor rock dalam perbendaharaan musik Indonesia. Konser grup rock di kota kami tahun 1988 dan 1990 sangatlah ditunggu. Bukan Metallica, bukan pula GNR. Tapi God Bless. Sayalah orangnya yang tidak kesampaian nonton dua konser itu.

Alkisah, sebuah corong komunikasi musik di dunia bernama Rolling Stone (RS) diboyong oleh Andi F. Noya ke Indonesia 4 tahun yang lalu. Tak menyangka majalah itu menjadi provokator yang sempurna bagi saya untuk dapat melihat God Bless di panggung pada akhinya. Memberi kesempatan menyaksikan Ahmad Albar menyanyi dengan suaranya bulat yang liat dan gahar pada nada-nada tertentu, yang pernah terlewat pada tahun 1988 saat mereka konser untuk album Semut Hitam dan tahun 1990 untuk album Raksasa.

Baca entri selengkapnya »


Kah yang Indah

April 24, 2009

Oleh-oleh dari Kalimantan yang paling indah adalah kata ‘kah’ yang terbawa terus di kantong ingatan. Kata ini bertebaran dengan lancarnya di kalimat-kalimat orang Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Pekanbaru dan sekitarnya.Yang tidak terbiasa mendengar atau menggunakan kata ini sering membuatnya jadi bahan lelucon: ikan apa yang paling banyak di Kalimantan? Ikan ‘kah,’ katanya. Ya, karena setiap makan diwarung si orang ini ditanya: ‘Pakai ikan kah?’ yang jawabannya ya atau tidak.

Tetapi bukankah pertanyaan dengan ‘kah’ itu lebih nyaman daripada ‘Pakai ikan Nggak?’ apalagi ‘Ngga pakai ikan ya?’

Kata ‘kah’ ini menunjukkan keinginan meminta konfirmasi tetapi dengan nada positif. Dalam bahasa tulis email atau SMS yang menyaratkan (atau mensyaratkan?) kesopanan yang selalu terjaga, kata ‘kah’ sangat membantu untuk membuat pertanyaan dengan nuansa yang sopan tanpa harus kehilangan keakraban.

Anda setuju kah?***


Kata Terindah Dalam Bahasa Indonesia

April 18, 2009

Dalam banyak hal, orang Indonesia terkesan lebih mudah melihat sisi buruk mukanya sendiri daripada menemukan kebanggaan dari apa yang dimilikinya. Sangat berbeda dengan orang Thailand yang saya kenal misalnya, mereka begitu bangga dengan negaranya meskipun tidak mengatakannya secara verbal. Paling tidak mereka selalu menggunakan nilai-nilai mereka sendiri, tidak underdog berhadapan dengan orang asing dan yang pasti jarang atau hampir tidak pernah saya dengar mereka menggunjing negatif negaranya sendiri meskipun kondisi mereka sedang prihatin seperti saat ini.

Jadi apa yang layak kita banggakan dari kehidupan berbangsa kita? Salah satunya adalah adanya bahasa Indonesia, bahasa nasional yang menyambungkan ratusan suku bangsa di kepulauan Nusantara ini.

Baca entri selengkapnya »