Membaca Wayang Sepanjang Usia


shadow-puppet

…  sebenarnya dalam dunia perfilman dunia, sementara ahli mengakui bahwa wayang atau shadow puppet ala Jawa, bisa dikatakan sebagai bentuk awal dari film modern. Keberadaaanya dibahas sejajar dengan camera obscura dan teknologi awal lain yang akhirnya melahirkan film modern. ———————————————————————————————

Wayang kulit bagi saya adalah sesuatu yang dekat sekaligus jauh. Dekat karena kami, anak-anak Jawa sudah harus mengerti tokoh-tokoh wayang sejak SD, karena itu adalah bagian dari pelajaran bahasa Jawa, atau bahasa ’daerah’ (Jangan tanyakan lagi mengapa daerah bisa bermakna ’diluar Jakarta’).

Dekat karena di Kulonprogo, daerah kami tinggal, ada seorang dhalang yang amat sangat populer pada masa itu, Ki Hadi Sugito. Kini beliau sudah almarhum. Soal Ki Hadi Sugito, kami tua muda sepakat bahwa dialah dhalang terbaik, dengan suara yang gandem, dan suluk yang merdu. Meskipun akhirnya saya tahu bahwa kelebihan (atau kekurangan, menurut para penganut pakem atau tata cara bercerita yang ada di wilayah mainstream) Hadi Sugito adalah cara berceritanya yang slengekan, meminjam istilah remaja tahun 90-an untuk menyebut gaya yang keluar aturan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Strategi Komunikasi Pada Saat Krisis


Setiap kali kita masuk ke area gedung bertingkat, hampir selalu ada daerah yang diberi tulisan ‘evacuation area’ atau ‘assembly area.’ Tanda itu menunjukkan bahwa yang mengelola gedung telah menyiapkan salah satu perangkat pengendali pada saat terjadi keadaan darurat atau krisis.

Area evakuasi adalah sebuah sarana fisik dalam keadaan darurat persiapan fisik seperti ini biasanya dilakukan oleh departemen Safety. Lalu apa laku dengan kita yang mengurusi komunikasi, bagaimana mempersiapkan perangkat jika perusahaan atau organisasi berada dalam kondisi krisis?

Baca lebih lanjut

Taxi Driver


Ini tidak ada hubungannya dengan film garapan Martin Scorsese tahun 1976 yang diperani dengan amat sangat bagus oleh Robert DeNiro dan Jodie Foster. Posting-an ini hanya mau menceritakan kembali saat CNN mewawancarai beberapa sopir taksi di Washington DC mengenai pendapat mereka soal pilpres di sana. Sopir Taksi dianggap kelompok yang unik. Mereka adalah orang yang banyak bergaul dengan beragam orang, dan pendapat mereka terhadap kondisi negara seringkali mirip pengamat politik kampiun.

Baca lebih lanjut

Mitos Hilang, Sadisme Berbilang


Andai saja saya ahli Psikologi sosial, atau paling tidak saya paham teori Mitos seperti dari Claude Levi-Strauss, Carl Jung dan sebagainya. Seandainya saya tahu psikoanalisa Freud dengan benar. Pasti kejadian-kejadian yang akan saya tulis ini langsung dapat dijelaskan dengan ilmiah. Sayang saya bukan orang itu.

Kejadiannya sebenarnya bisa dibilang ‘sepele’ (sepele saya beri tanda kutip karena dulunya hal ini bukan main-main, amat sangat serius!). Begini, dalam beberapa hari terakhir, beberapa kali saya menjumpai bangkai kucing yang tewas tertabrak kendaraan di jalan raya. Badannya hancur, tergeletak bersimbah darah.

Baca lebih lanjut

Batavia Air vs (Majalah) Tempo!


Tanggal 23 Oktober yang lalu dalam sebuah perjalanan, tepatnya di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin saya membeli majalah Tempo edisi terakhir minggu itu dengan tajuk “Bisa-bisa Kita Tak Bersama.”

Ada dua hal yang menarik. Pertama, didalamnya terdapat laporan ringan tentang perjalanan mereka 10 tahun terakhir sejak 1998 setelah dilarang terbit Suharto pada tahun 1993. Kedua, bonus poster bergambar sampul-sampul majalah itu yang disusun sedemikian rupa menjadikannya menantang untuk dipigura.

Baca lebih lanjut

Membaca Partai Berkomunikasi


Menjelang tahun 2008 menggulung layar, partai-partai justru mulai menebar jala-jala. Berharap mendapat simpati masyarakat, mereka memeras otak membuat ajakan-ajakan dan rayuan yang mereka percaya bisa membuat calon pemilih jatuh hati dan menyuntingnya nanti pada saatnya.

Sayang tak semua ajakan yang manis, peduli, gagah atau santun itu berbuah simpati. Banyak diantaranya yang terkesan dimanis-maniskan, dipeduli-pedulikan, digagah-gagahkan, disantun-santunkan atau dialim-alimkan.

Baca lebih lanjut

Dari Mana Datangnya Inovasi?


Inovasi telah diyakini menjadi kunci bagi kemajuan seseorang atau institusi. Mendengar kata ini, bisa jadi ingatan kita langsung tertumbuk pada inovator yang telah mengubah cara hidup manusia seperti Thomas Alva Edison, James Watt, Wright Bersaudara, Marconi dan seterusnya.

Mengaca pada apa yang dilakukan para penemu, tidaklah berlebihan jika inovasi menjadi tumpuan individu, keluarga, organisasi bahkan sebuah negara untuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Semboyan seperti: inovasi atau mati atau tidak ada yang tetap di dunia ini selain perubahan itu sendiri, mencerminkan keinginan yang kuat orang untuk berubah atau berinovasi.

Sebenarnya dari manakah lahirnya sebuah inovasi? Apakah ada metode yang mendorong sebuah organisasi ‘memproduksi’ inovasi?

Baca lebih lanjut