Membaca Partai Berkomunikasi


Menjelang tahun 2008 menggulung layar, partai-partai justru mulai menebar jala-jala. Berharap mendapat simpati masyarakat, mereka memeras otak membuat ajakan-ajakan dan rayuan yang mereka percaya bisa membuat calon pemilih jatuh hati dan menyuntingnya nanti pada saatnya.

Sayang tak semua ajakan yang manis, peduli, gagah atau santun itu berbuah simpati. Banyak diantaranya yang terkesan dimanis-maniskan, dipeduli-pedulikan, digagah-gagahkan, disantun-santunkan atau dialim-alimkan.

Baca lebih lanjut