Strategi Komunikasi Pada Saat Krisis


Setiap kali kita masuk ke area gedung bertingkat, hampir selalu ada daerah yang diberi tulisan ‘evacuation area’ atau ‘assembly area.’ Tanda itu menunjukkan bahwa yang mengelola gedung telah menyiapkan salah satu perangkat pengendali pada saat terjadi keadaan darurat atau krisis.

Area evakuasi adalah sebuah sarana fisik dalam keadaan darurat persiapan fisik seperti ini biasanya dilakukan oleh departemen Safety. Lalu apa laku dengan kita yang mengurusi komunikasi, bagaimana mempersiapkan perangkat jika perusahaan atau organisasi berada dalam kondisi krisis?

Baca lebih lanjut

Iklan

Taxi Driver


Ini tidak ada hubungannya dengan film garapan Martin Scorsese tahun 1976 yang diperani dengan amat sangat bagus oleh Robert DeNiro dan Jodie Foster. Posting-an ini hanya mau menceritakan kembali saat CNN mewawancarai beberapa sopir taksi di Washington DC mengenai pendapat mereka soal pilpres di sana. Sopir Taksi dianggap kelompok yang unik. Mereka adalah orang yang banyak bergaul dengan beragam orang, dan pendapat mereka terhadap kondisi negara seringkali mirip pengamat politik kampiun.

Baca lebih lanjut

Mitos Hilang, Sadisme Berbilang


Andai saja saya ahli Psikologi sosial, atau paling tidak saya paham teori Mitos seperti dari Claude Levi-Strauss, Carl Jung dan sebagainya. Seandainya saya tahu psikoanalisa Freud dengan benar. Pasti kejadian-kejadian yang akan saya tulis ini langsung dapat dijelaskan dengan ilmiah. Sayang saya bukan orang itu.

Kejadiannya sebenarnya bisa dibilang ‘sepele’ (sepele saya beri tanda kutip karena dulunya hal ini bukan main-main, amat sangat serius!). Begini, dalam beberapa hari terakhir, beberapa kali saya menjumpai bangkai kucing yang tewas tertabrak kendaraan di jalan raya. Badannya hancur, tergeletak bersimbah darah.

Baca lebih lanjut

Batavia Air vs (Majalah) Tempo!


Tanggal 23 Oktober yang lalu dalam sebuah perjalanan, tepatnya di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin saya membeli majalah Tempo edisi terakhir minggu itu dengan tajuk “Bisa-bisa Kita Tak Bersama.”

Ada dua hal yang menarik. Pertama, didalamnya terdapat laporan ringan tentang perjalanan mereka 10 tahun terakhir sejak 1998 setelah dilarang terbit Suharto pada tahun 1993. Kedua, bonus poster bergambar sampul-sampul majalah itu yang disusun sedemikian rupa menjadikannya menantang untuk dipigura.

Baca lebih lanjut