Digital Printing


Istilah digital printing untuk menyebut printing ukuran besar akhir-akhir ini sangat populer. Dimulai sekitar tahun 2001 ketika printer ukuran besar keluaran China mulai masuk Indonesia, harga cetak untuk media ini seperti terjun bebas.

Backdropp ini dibuat dengan sticker untuk keperluan indoor meeting Bank Mandiri. Didesain dengan AI.
Backdropp ini dibuat dengan sticker untuk keperluan indoor meeting Bank Mandiri. Didesain dengan AI.
Padahal penyebutan digital printing seharusnya berlaku juga untuk setiap pencetakan berbasis digital atau dot. Jadi printer kita dirumah pun juga digital printing! (Ada artikel cukup lengkap mengenai hal ini di www.jempolpod.wordpress.com)

Poster film jaman dahulu yang identik dengan lukisan tangan, atau spanduk yang lahir dari teknik screen printing (sablon) tak lupa kaos yang dulu dicetak dengan sablon juga, kini semua berpaling ke cetak digital.

Dibuat dengan FH 11.
Dibuat dengan FH 11.
Pencetakan untuk keperluan luar ruang dahulu memerlukan ongkos yang mahal, akibatnya hanya produk komersil saja yang mampu menggunakan media ini untuk promosi mereka. Kini dari acara pengajian akbar, sampai acara RT menggunakan teknik ini untuk membuat media komunikasinya.

Akibatnya sungguh menggelisahkan dari sisi kebersihan kota. Kesemrawutan visual sudah jadi pemandangan sehari-hari di kota manpun di Indonesia ini, apalagi saat-saat kampanye pileg tempo hari.

Tak hanya itu, acara-acara besar kenegaraan, kantor sampai acara kelas kampung kadangkala dihiasi dengan backdrop yang terdesain, tercetak dan terpasang ‘asal’ sehingga justru mengesankan kekumuhan dibelakang para panelis yang terhormat.

Masalah Desain
Orang enggan membicarakan desain karena sesungguhnya tabu dilingkungan para desainer membicaarakan karya orang lain. Tetapi dengan banjirnya desain sekarang ini, jika tidak dikritisi akan mendevaluasi harga desain itu sendiri.

Desain untuk keperluan cetak besar memerlukan pemahaman ruang dan komposisi khusus. Ruang yang besar seringkali mendorong desainer untuk memenuhi dengan informasi sebanyak-banyaknya, atau mengguakan font yang tidak proporsional dengan ruang dan jarak pandang yang ada. Akibatnya output akhirnya terlihat tidak bersih dan tingkat keterbacaannya rendah.

Komposisi dan pemilihan warna serta efek grafis seringkali tumpang tinding sehingga kelihatan ingin pamer keahlian digital imaging tetapi tidak pada tempat yang tepat.

Masalah Pencetakan
Pencetakan dengan material front light yang kilap seringkali dipaksakan untuk dipasang sebagai backdrop, padahal tata cahayanya tidak sesempurna billboard di pinggir jalan.. Hasilnya justru desain hilang oleh kilau materialnya. Hendaknya dipilih bahan yang pas untuk setiap penggunaan. Bahan yang cenderung doff akan menolong untuk kegunaan dalam ruang dengan lighting terbatas atau sebagai spanduk yang mengandalkan cahaya matahari. Untuk backdrop, mengunakan sticker doff akan menghasilkan penampilan yang paling baik.

Masalah Pemasangan
Pemasangan materi vinyl yang cenderung kilap (meskipun doff) ini seyogyanya mempertimbangkan rentangan yang kuat dan seimbang di setiap sisinya. Pemasangan yang kendor atau tingkat kekencangannya tidak merata tentu akan membuat tampilan menjadi mengilap, ‘kumuh’ dan akhirnya pesan tidak sampai dengan mulus.

Akhir kata, digital printing sangat memudahkan pekerjaan kita. Tetapi membuatnya secara sembrono, justru akan menenggelamkan pekerjaan kita dalam konspirasi tanpa sengaja dalam membuat ‘harga’ desain menjadi murah. Dampak kontra produktifnya juga timbul melawan fungsi desain yang seharusnya membuat semuanya bertambah ‘indah.’***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s