Komunikasi dan Metodologi Q


Sekitar tahun 1997, sebuah jurnal komunikasi ternama dari Bandung yang diawaki oleh para pakar komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Audientia, membahas sebuah model penelitian komunikasi yang sarat dengan nuansa psikologi. Sebelum ngeblog lebih jauh soal model ini, kenangan akan Audientia sepertinya harus mendapat tempat di paragraf-paragraf awal ini.

Bahan bacaan mengenai Ilmu Komunikasi yang lahir dari pakar Indonesia bisa dibilang masih minim. Apalagi yang berkualitas bagus. Sekedar mengingat, ada buku seri Komunikasi Pembangunan (correct me if I’m wrong) dari Almh. Bu Astrid Susanto, buku-buku dari Pak Jalaludin Rahmat dan para koleganya di Unpad, sisanya adalah buku-buku terjemahan. Dan dalam hal ini Unpad harus diakui sebagai sumbernya para penulis literatur komunikasi di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Mengelola Penerbitan (1): Media Massa dan Penerbitan


Penulis merancang perwajahan dan tata letak Tabloid Serpong Karawaci tahun 2004.

Berita telah ada sejak manusia menemukan cara untuk berkomunikasi. Awalnya berita hanya disampaikan antar individu, tetapi dalam perkembangannya, banyak hal yang harus disampaikan kepada orang banyak secara serentak. Jadilah yang kemudian disebut komunikasi massa. Dalam bentuknya yang sederhana, pelajaran dasar Ilmu Komunikasi mengilustrasikan pesan-pesan yang disampaikan melalui asap oleh orang Indian, makna bunyi kentongan tertentu oleh orang Jawa dan tetabuhan bedug adalah sebuah bentuk komunikasi massa. Sedangkan Asap, kentongan dan bedug menjadi media massa.

Media massa terus berkembang. Ditemukannya bahasa tulis yang terorganisir dan lengkap mendorong perkembangan ini menjadi lebih cepat. Media cetak dan radio adalah revolusi media massa yang  pertama. Berikutnya,  televisi dan internet adalah bentuk medium mutakhir komunikasi massa. Medium dalam komunikasi massa ini sedang dan terus berkembang hingga saat ini.

Baca lebih lanjut

Menulis Annual Report (5): Desain Annual Report Tidak Penting?


Desain Annual Report: Tak dinilai tapi bermakna dan memiliki fungsi yang penting.

Desain Annual Report seringkali menyita energi pada pembuatannya. Setelah tema didapat, perwajahan dan tata letak menjadi agenda pekerjaan berikutnya yang potensial menjadi bahan diskusi panjang (nyaris) tak berujung. Juga foto-foto pemanis buku. Menyiapkannya tak kalah dengan mengatur perhelatan pernikahan: mulai dari mencari jadwal yang tepat bagi para BOD dan BOC, mencari tempat untuk sesi foto, memilih fotografer, merancang pose-pose mereka disesuaikan dengan rancangan visual buku dan yang pasti mengatur anggaran untuk itu semua. Belum lagi membuat foto-foto aktivitas perusahaan dengan kualitas yang baik.

Baca lebih lanjut

Rarindra Prakarsa


One Step Ahead: Now he is exploring the digital imaging and high quality photography in surealism to bring us the social-critical picture.

Nama Rarindra Prakarsa dalam jagat fotografi Indonesia atau dunia, sungguh saya tak tahu pasti dimana letaknya: di atas, terbaik, lumayan atau …, karena saya memang tidak menguasai peta dunia fotografi ini dengan lengkap.

Tetapi cobalah masuk ke www.photo.net atau www.fotografer.net dan cari nama ini. Anda akan menahan nafas, menikmati keindahan foto Indonesia dan puluhan atau ratusan komentar dari para pecinta foto dan fotografer dari berbagai belahan dunia.

Bahkan jika Anda browsing dengan kata kunci Rarindra, bakal Anda temukan tutorial Rarindra Prakarsa atau juga Software Rarindra Prakarsa yang bisa di download!

Beruntung sekali saya pernah bekerja sama dengan beliau pada tahun 2007 dan 2008. Dan seperti yang Anda duga, foto-foto beliau ada dalam kelas tersendiri dalam album perusahaan kami.

Lagi-lagi saya menyaksikan orang yang memiliki kemampuan menggunakan media untuk mencintai dan membuat Indonesia dikenal dari kehebatan orang-orangnya. Fotografi.***

Key Performance Indicator vs Program 100 Hari


Di perusahaan-perusahaan dikenal istilah Key Performance Indicator atau KPI sebuah sistem pengukuran atau kuantifikasi kinerja dengan menetapkan sasaran atau target sebagai tolok ukur.

Misalnya sebuah departemen marketing menetapkan “Mampu menjual 100 unit barang” sebagai referen dalam KPI tahun ini. Maka akan ditetapkan pula langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut. Langkah-langkah itu bisa menjadi KPI bagian-bagian lain yang menunjang target KPI departemen ini. Misalnya target display di wilayah tertentu menjadi target KPI bagian distribusi, sedangkan pengelolaan merek dan promosi menjadi target KPI bagian marketing komunikasi.

Baca lebih lanjut