Menulis Annual Report (5): Desain Annual Report Tidak Penting?


Desain Annual Report: Tak dinilai tapi bermakna dan memiliki fungsi yang penting.

Desain Annual Report seringkali menyita energi pada pembuatannya. Setelah tema didapat, perwajahan dan tata letak menjadi agenda pekerjaan berikutnya yang potensial menjadi bahan diskusi panjang (nyaris) tak berujung. Juga foto-foto pemanis buku. Menyiapkannya tak kalah dengan mengatur perhelatan pernikahan: mulai dari mencari jadwal yang tepat bagi para BOD dan BOC, mencari tempat untuk sesi foto, memilih fotografer, merancang pose-pose mereka disesuaikan dengan rancangan visual buku dan yang pasti mengatur anggaran untuk itu semua. Belum lagi membuat foto-foto aktivitas perusahaan dengan kualitas yang baik.

Pun sang desainer grafis. Ia harus difahamkan betul mengenai identitas korporat, gaya yang dikehendaki dan lain sebagainya. Belum kalau para atasan memiliki selera yang sulit dipertemukan untuk masalah ini, bisanya pesoalan perwajahan menjadi isu yang menentukan kecepatan penyelesaian buku annual report.

Kerja yang ‘ribet’ itu, padahal dalam pandangan Bapepam, nilainya begitu kecil … nyaris nol. Coba perhatikan kriteria penilaian ARA 2008 berikut:

  1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2%
  2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5%
  3. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5%
  4. Profil Perusahaan: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 8%
  5. Analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja manajemen: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 25%
  6. Good Corporate Governance: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 30%
  7. Informasi keuangan: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 20%
  8. Lain-lain seperti:
    1. Praktik good corporate governance yang melebihi kriteria seperti:
      1. Menyajikan informasi remunerasi direksi dan komisaris secara rinci pada saat perusahaan lainnya belum melakukan hal tersebut
      2. Menyampaikan laporan berkelanjutan (sustainability report/CSR) secara terpisah
    2. Praktik bad corporate governance yang tidak diatur dalam kriteria seperti:
      1. Perkara penting sedang dihadapi oleh perusahaan, anggota direksi atau anggota komisaris yang sedang menjabat yang tidak diungkapkan dalam Laporan Tahunan
      2. Ketidakpatuhan dalam penyampaian SPT
      3. Pola hubungan Direksi dan Komisaris yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terlihat bahwa desain bukanlah komponen ‘penting’ dalam struktur nilai annual report menurut ARA. Sebenarnya hal ini mudah dipahami, melihat yang paling utama dari sebuah laporan adalah isinya. Apakah laporan tersebut benar-benar mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya atau tidak? Apakah perusahaan sudah melakukan praktek Good Corporate Governance atau belum? Apakah kondisi keuangan perusahaan cukup sehat tercermin dari isi laporan?

Saya setuju dalam hal itu. Meskipun dalam komunikasi, desain dalam pesan tercetak memiliki makna tersendiri. Bahkan ia memiliki ‘fungsi’ tersendiri, yang membuat ‘material komunikasi tercetak’ tersebut memiliki tingkat keterbacaan tinggi (easy to read), mudah di jelajahi (easy to navigate) dan mudah dipahami (easy to understand) .

Makna dan Fungsi inilah yang tidak dinilai secara kuantitatif oleh panitia ARA. Pun begitu, desain tetap memberi ‘nilai’ bagi buku laporan ini bagi segenap pembaca. Seringkali dikatakan, meskipun tidak dinilai buku yang terdesain baik dengan flow yang logis, dan perwajahan dan tata letak yang nyaman akan menjadi pilihan para juri ARA dari ribuan buku yang masuk di kantor mereka. Wallahualam.

Akhirnya, menimbang sisi penting konten dan desain, perlu dicari sebuah definisi atau pemahaman tentang desain yang baik sebuah annual report. Menurut saya, desain annual report seharusnya tidak sembrono dan terdorong menjadi ‘lebay‘ (over acting) sehingga justru terkesan ingin mengelabuhi pembaca dengan gambar dan ilustrasi.

Desain yang sembrono, dari tinjauan makna, bisa ditangkap sebagai ketidak profesionalan perusahaan kita.

Desain, foto, ilustrasi mutlak harus menjelaskan isi dilihat dari kacamata ilmu ‘presentasi’ maupun pembentuan kesan dalam ranah komunikasi. Semuanya harus dalam kontrol sehingga tidak menenggelamkan makna esensi dari laporan tahunan ini.

Idealnya penggarapan desain ini tidak perlu melibatkan banyak orang, sebaliknya sebuah tim yang dipercaya sajalah yang mengarahkan sehingga faktor desain ini tidak menjadi berlarut dan bisa saja sulit untuk diarahkan menjadi kekuatan penunjang isi annual report.***

1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2%

2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5%

3. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 5%

4. Profil Perusahaan: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 8%

5. Analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja manajemen: Bobot keseluruhan untuk

klasifikasi ini sebesar 25%

6. Good Corporate Governance: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 30%

7. Informasi keuangan: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 20%

8. Lain-lain seperti:

· Praktik good corporate governance yang melebihi kriteria seperti:

a. Menyajikan informasi remunerasi direksi dan komisaris secara rinci pada saat

perusahaan lainnya belum melakukan hal tersebut

b. Menyampaikan laporan berkelanjutan (sustainability report/CSR) secara terpisah

· Praktik bad corporate governance yang tidak diatur dalam kriteria seperti:

a. Perkara penting sedang dihadapi oleh perusahaan, anggota direksi atau anggota

komisaris yang sedang menjabat yang tidak diungkapkan dalam Laporan Tahunan

b. Ketidakpatuhan dalam penyampaian SPT

c. Pola hubungan Direksi dan Komisaris yang tidak sesuai dengan ketentuan yang

berlaku

9 thoughts on “Menulis Annual Report (5): Desain Annual Report Tidak Penting?

    • terimakasih telah membaca dan memberi komentar. tetapi apa yang saya tulis bukan menafikan segi estetika dalam ‘kehidupan’ seperti yang Firly maksudkan. desain kenyataannya tidak diberi nilai besar dalam penjurian Annual Report versi ARA, itulah kenyataannya. berseberangan dengan hal itu, saya setuju dengan Anda bahwa hidup tanpa seni, estetika tidak akan membuat peradaban menjadi maju. saya sendiri hidup dan dihidupi oleh seni. saya sangat sependapat bahwa tanpa estetika orang akan kehilangan etika juga. jadi benarlah bahwa estetika sangat penting dalam kehidupan manusia, meskipun ARA tidak memandang desain buku sebagai ‘nilai’ yang mereka anggap signifikan untuk membuat sebuah laporan perusahaan dianggap ‘memenuhi syarat (transparansi) atau tidak. terimakasih. salam.

  1. Pak Amin. Menarik tulisannya.

    Untuk Firly, barangkali yang dimaksudkan oleh Pak Amin bukanlah demikian. Tidak mungkin toh kita menolak keindahan?

    Akan tetapi artikel yang disampaikan memang dalam konteks penulisan Annual Report berstandar ARA yang sangat ketat.

    Faktanya, memang dalam ARA soal tampilan disain, meskipun tetap dinilai, porsinya nomor belakang.

    Ini sangat masuk akal, karena yang namanya Annual Report adalah sebuah dokumen “pelaporan kinerja” perusahaan.

    Namun, untuk menjembatani pemikiran ini, saya juga menulis sebuah pemikiran yang menjadi “jalan tengah” masalah tersebut di:

    http://annualreportreview.wordpress.com/2011/10/31/annual-report-bukan-sekedar-kalimat-yang-memikat/

    Terimakasih.

  2. pak saya mau tanya ..
    apakah tidak semua annual report membahas tentang pemasaran?
    lalu terdapat dimanakah atau di laporan apakah data pemasaran dalam sebuah bank?
    mohon bantuannya, terima kasih

    • Pemasaran adalah aspek bisnis dari sebuah perusahaan. Dalam Annual Report terdapat bagian yang disebut Management Discussion and Analysis, dalam bab ini kegiatan bisnis dibahas. Aspek pemasaran dalam industri perbankan sangat kompleks dari produk, segmentasi dsb. Hal-hal yang dipandang bernilai positif (kadang kala juga negatif namun harus disampaikan sebagai sebuah transparansi) bagi perusahaan dan pemegang saham akan dibeberkan di AR. Pemasaran mengenai strategi yang detil mungin saja tidak dimasukkan dalam AR tetapi aspek pemasaran pasti ada. Terimakasih … salam.

  3. maaf, saya mau bertanya…jadi pertimbangan yang seperti apa dalam menulis annual report..apakah tehnik dan kiat penulisan annual report bisa masuk dalam pertimbangan menulis annual report??
    mohon bantuannya, terima kasih

    • Saya kurang memahami yang Lia maksudkan. Kalau ada kiat dalam penulisan Annual Report di Indonesia yang menempatkan ARA sebagai panduan utama dan penjurian ARA sebagai arah, biasanya berkisar pad bagaimana membuat sebuah sistem penulisan yang memudahkan panitia ARA mendapatkan informasi-informasi yang mereka ingin ketahui. Misalnya membuat indeks, highlite atau cara lain.

      Annual report hakikatnya harus dikembangkan sebagai sebuah sarana komunikasi yang membangun reputasi perusahaan dimata stakeholdernya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s