Komunikasi dan Metodologi Q


Sekitar tahun 1997, sebuah jurnal komunikasi ternama dari Bandung yang diawaki oleh para pakar komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Audientia, membahas sebuah model penelitian komunikasi yang sarat dengan nuansa psikologi. Sebelum ngeblog lebih jauh soal model ini, kenangan akan Audientia sepertinya harus mendapat tempat di paragraf-paragraf awal ini.

Bahan bacaan mengenai Ilmu Komunikasi yang lahir dari pakar Indonesia bisa dibilang masih minim. Apalagi yang berkualitas bagus. Sekedar mengingat, ada buku seri Komunikasi Pembangunan (correct me if I’m wrong) dari Almh. Bu Astrid Susanto, buku-buku dari Pak Jalaludin Rahmat dan para koleganya di Unpad, sisanya adalah buku-buku terjemahan. Dan dalam hal ini Unpad harus diakui sebagai sumbernya para penulis literatur komunikasi di Indonesia.

Jurnal Komunikasi Audientia menempati tempat yang penting diantaranya. Mekipun masih ada sedikit kekurangan penerjemahan naskah asing dan beberapa pengetikan, tetapi jurnal ini sangat membantu mahasiswa Ilmu Komunikasi, paling tidak penulis sendiri. Sayangnya, saat itu hanya 4 edisi saja yang sempat terbit. Dan sependek yang penulis tahu tidak ada lagi edisi lanjutan setelah itu.

Semoga nasibnya sebaik Jurnal Sosial PRISMA yang kembali hidup setelah padam selama hampir satu dekade. Apalagi dengan perkembangan teknologi seperti sekarang ini, media maya bisa menjadi sarana yang murah dan realistis untuk mewujudkannya. Jadi ingat kawan saya yang juga mulai menerbitkan Jurnal Komunikasi berbahasa Inggris di Universitas Pembangunan Nasional Jogjakarta, semoga upaya-upaya ini menjadi virus yang menular dengan cepat.

Metodologi Q

Saat itu Audientia menulis ulang sebuah penelitian dari Lewis Donohew mengenai “Strategi Pencarian dan Penghindaran Informasi” yang intinya adalah mengamati perilaku sekelompok responden untuk melihat pola-pola pencarian atau penghindaran terhadap informasi yang mereka lakukan terhadap suatu isu.

Dasar dari penelitian ini adalah adanya semacam ‘anti tesis’ terhadap model Agenda Media, karena kekuatan kepribadian seseorang bisa memiliki kekuatan utuk memilih informasi yang sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Hasilnya ada beberapa kelompok dengan kesamaan-kesamaan perilaku pada anggotanya. Sehingga kelompok tersebut bisa ditandai dengan identitas tertentu sebagai ciri-cirinya.

Bagaimana cara penelitian ini? Metodologi Q hanya bisa dilakukan dengan metode ekstraksi faktor atau R faktor. Sehingga jawaban-jawaban dari responden dirotasikan untuk memperoleh kesamaan antar individu.

Langkah-langkahnya seperti berikut:

1. Responden melakukan seleksi atas pernyataan-pernyataan yang ditulis pada kartu-kartu pernyataan yang dimasukkan dalam kotak-kotak skala. Penulis pernah melakukan modifikasi dengan menggunakan kuesioner berupa tabel pernyataan berskala skala 1 – 10.

2. Dengan Metodologi R setiap pola tumpukan akan disusun dalam tabel korelasi antar gusus orang. Dihitng pula koeifisien korelasi urutan peringkat antara semua pasangan peringkat yang mungkin.

3. Langkah berikutnya matriks R disusun bersasarkan jumlah responden. Karena kerumitan perhitngannya disarankan menggunakan analisis faktor untuk memperjelas terjadinya ekstraksi.

Dengan mencocokkan kembali skala pilihan responden dengan butir-butir pernyataan, maka akan dideskripsikan makna dari kecenderungan yang terungkap.

Penelitian seperti ini bisa memberikan pilihan dalam penelitian kuantitatif selain metode-metode yang menyelidiki pengaruh-pengaruh yang pada saat itu sangat populer dikalangan skripsi mahasiswa.

Mungkin penelitian ini bisa digunakan dalam penelitian dalam ranah komunikasi organisasi atau komunikasi kelompok untuk melihat dinamika anggota kelompok tersebut terhadap suatu isu.

Satu-satunya buku mengenai ekstraksi faktor ini penulis temukan pada buku Metodologi Penelitian Sosial dari F. Kerlinger terbitan Gadjah Mada Press. Penjelasanya cukup detail dan sangat membantu. Sedangkan dalam software SPSS juga sudah masuk formula rotasinya. Saat ini, ketika informasi di dunia internet sudah sedemikian eksetensif, tulisan-tulisan mengenai metodologi ini menjadi lebih mudah di akses.Bahkan ada website khusus mengenai metodologi Q. Dengan mengetikkan entry ini (Methodology Q) di google, lusinan situs dan dokumen tentang metodologi Q akan muncul mebantu kita. Selamat meneliti.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s