Lanjutan Berbalas Pantun Adobe dan Apple


Iklan Adobe di WSJ. Babak baru peperangan Apple vs Adobe, kata Guardian.Hari ini (15/5) saya lihat di Wall Street Journal Asia (dan sangat mungkin di media lain) termuat sebuah iklan yang sangat menarik. Menarik karena ukurannya yang besar: 1 halaman penuh. Menarik karena headline nya adalah : WE gambar jantung warna merah APPLE. Menarik karena logo di akhir iklan adalah Adobe!

Menarik, karena saat ini suhu hubungan dua ikon dunia komputer grafis itu sedang panas. Bahkan kegerahan itu terasa juga sampai di sini. Offcourse. Baca saja di Kaskus, begitu banyak komen tentang fenomena rivalitas itu. Pro, Kontra biasa-biasa saja dan yang tak begitu peduli.

Bagi saya polemik ini menjadi semakin menarik dan menjadi pembelajaran dalam mengelola sebuah bisnis dan dikaitkan dengan strategi komunikasi. Kira-kira ‘key frame’ nya begini.

  1. Tiba-tiba Apple membuat sebuah kebijakan dan dituangkan dalam system operasi iPhone, iPod dan iPad mereka sehingga aplikasi Flash tak lagi bias diputar dalam devices tersebut.
  2. Masyarakat menduga-duga, fanatis PC mencerca kebijakan Apple sebagai bentuk keangkuhan senyampang memberikan analisa bahwa Apple akan surut dengan kesombongannya.
  3. Steve Jobs mengeluarkan sebuah pesan yang jelas mengenai kebijakan Apple. Dengan bahasa yang diplomatis ia menguraikan alasannya. (Baca dalam postingan saya sebelumnya)
  4. Adobe mengeluarkan iklan yang bernada menjawab dengan bahasa yang tidak kalah diplomatis. Sopan tetapi beribu makna terkandung didalamnya.

Steve Job dalam surat terbukanya mengakui bahwa Apple dan Adobe adalah kawan lama dalam suka duka. Di iklannya, Adobe membuka dengan mengatakan bahwa Kami Cinta Apel. Ya, apel bukan “Apple”. Karena Adobe tidak menyebut Apple dalam konotasi pasti Apple Mac. Tidak ada tanda-tanda yang merujuk kesana, selain tulisan APPLE.

Steve Jobs mengkritik Flash yang lamban mengikuti OS Apple, Adobe bilang “kami suka innovasi.”

Steve Jobs memuji-muji HTML5, Adobe menyatakan “kami suka HTML5.”

Steve Jobs mengatakan Flash tidak mendukung touch screen, Adobe bilang “kami menyukai touch screen.”

Selengkapnya begini: “We love creativity. We love innovation. We love apps. We love the web. We love Flash. We love our 3 million developers. We love healthy competition. We love touch screens. We love our Open Screen Project partners. We love HTML5. We love authoring code only once. We love all devices. We love all platforms.

“What we don’t love is anybody taking away your freedom to choose what you create, how you create it, and what you experience on the web.”

Semua yang dikatakan Jobs dijawab oleh Adobe dengan kalimat positif yang mengesankan bahwa Jobs keliru kalau menganggap Flash tidak mendukung inovasi ala Apple.

Di akhir iklan, Adobe menyatakan bahwa mereka mencintai 3 juta developer berbasis Flash, mencintai Platform Apapun, dan apa yang mereka tidak sukai adalah tindakan membatasi kebebasan apa yang kita cipta, bagaimana membuatnya dan apa yang kau dapatkan dari web!

Soal batas membatasi yang menggunakan terminologi aplikasi terbuka dan tertutup ini, Apple justru menyatakan Flash-lah yang eksklusif dan tertutup, dibandingkan dengan HTML5.

Nah, jadi apa yang harus disikapi oleh konsumen? Menurut saya, tetap kalem saja. Fanatisme berlebihan hanya akan menjerumuskan kita pada ha-hal yang tidak produktif. Pada suatu saat mereka Apple maupun Adobe akan menemukan kesetimbangan baru yang ditopang oleh pertimbangan bisnis semata. Memang, sikap kitalah yang menjadi salah satu faktor keputusan bisnis mereka. Tetapi tentu tak lucu kalau kita sekarang menykapinya dengan caci maki. Apalagi menumpaahkan darah. Tak lah!. (Lebih baik terus berkarya seperti kreator Upin Ipin)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s