Bisma Center dan Dua Mazhab ‘Menjadi Kaya’


Apa yang dicari manusia dalam hidup? Ini adalah pertanyaan filosofis tertua yang menggerakkan perbincangan mengenai hakikat manusia sejak jaman dulu. Hingga muncullah idiom-idiom yang menggambarkan bagaimana seharusnya manusia memanfaatkan waktu hidupnya.

Horatius yang hidup pada 8 Desember 65 SM – 27 November 8 SM terkenal dengan Carpe Diem atau Seize The Day atau raihlah hari ini. Ada idiom ‘Waktu adalah Uang’ atau ‘Time is Money’ yang mengandaikan bahwa hidup harus diisi dengan mencari uang.

Mengisi hidup dengan mencari kekayaan membuat manusia berpotensi meninggalkan etika dalam berusaha. Akhirnya kesuksesan diukur semata-mata dengan berapa banyak uang yang dipegang, tidak peduli bagaimana uang itu didapat.


Lihat saja berapa juta forum motivasi mengenai kesuksesan hidup, yang mengajarkan orang untuk bermimpi, berpikir positif, mencoba memahami bagaimana jatuhnya kekayaan, mulai  menggunakan dalil ekonomi, matematika hingga klenik.

Motivasi dan MLM

Puncak aktvitas motivasi adalah ketika Multi Level Marketing (MLM) memerlukan sebuah aktivitas untuk menggerakkan manusia. Bahkan akhirnya ahli-ahli motivasi menempatkan MLM menjadi solusi bagi teori motivasi yang mereka tanamkan atau sebaliknya, praktisi bisnis MLM mengklaim bahwa bisnis inilah yang bisa mewujudkan visi motivasi, setelah Robert Kiyosaki yang terkenal dengan teori empat kuadran ilham dari ayah kaya dan ayah miskinnya.

Mimpi, optimisme, kerja keras selalu dikaitkan dengan membangun jaringan bertingkat yang dibuat sebagai metode pemasaran brilian ini. Sistem ini memiliki dimensi eksploitasi persepsi yang kental. Misalnya konsep entrepreneur disederhanakan menjadi aktivitas menjual dan membentuk jaringan, konsep keuntungan didasarkan pada poin-poin dan dalam perkembangannya keuntungan pemegang jaringan didongkrak dengan penyelenggaraan seminar motivasi, bahkan ada yang melakukan money game dengan membayar sejumlah uang tanpa banting tulang mengikuti tahap multi leveling standar.

Mazhab yang berkembang saat itu masih menganut kerja keras berbanding lurus dengan pendapatan.

Namun, tidak sedikit orang yang merasa kurang dengan motivasi saat itu, meskipun tak ada yang membantah bahwa kutipan-kutipan pakar motivasi adalah benar adanya. Hanya saja, ketika akan diterapkan di kehidupan nyata, terdapat kesenjangan antara semangat dan jalan yang tersedia. Tak heran kalau MLM menjadi jawaban. Karena memang saat itu ia merupakan inovasi usaha yang melibatkan orang per orang dan jaringan yang paling mapan secara konsep, aplikasi dan dukungan infrastrukturnya.

Krisis Amerika dan Penasehat Keuangan

Disisi lain ada sebuah profesi yang diandalkan untuk membangun kesuksesan (baca: kekayaan) yang dikenal dengan financial advisor atau penasehat keuangan. Penasehat keuangan menekankan pada pengelolaan kepemilikan uang namun akhirnya juga masuk kepada bahasan mengenai bagaimana melakukan investasi yang prospektif.

Baru-baru ini majalah Fortune memuat profil seorang penasehat keuangan favorit di Amerika yang bernama Ramit Sethi. Penasehat yang berusia muda ini dikenal dengan situsnya http://www.iwillteachyoutoberich.com/ dan dicap sebagai penasehat paling kasar di sana. Advis-advisnya dikenal tajam dan kadang sinis. Yang menarik dari gaya Sethi adalah ajarannya untuk ketat mengendalikan arus uang dengan penghematan yang cenderung ‘pelit.’ Meskipun tips untuk menggunakan teknologi auto debet dan auto credit untuk mengendalikan keuangan pribadi adalah hal yang masuk akal dan cukup cerdik.

Ekonomi Amerika yang selama ini dianggap sebagai kekuatan  ‘tak mungkin jatuh,’ ternyata runtuh karena pengendalian gelembung ekonomi yang terlambat. Efek serupa melanda Eropa terutama Yunani dan Perancis. Hal ini memperlihatkan bahwa permainan sektor keuangan tanpa dukungan sektor produksi yang cukup dan realistis, akan melahirkan fatamorgana kesuksesan yang menyesatkan.

Di sisi lain, penguasaan uang yang pincang antara golongan mampu dan tidak mampu membuat kerusakan yang makin dalam dalam situasi krisis semacam ini, karena sangat berpotensi menjalar ke ranah politik.

Penasehat keuangan yang berpikir ego sentris ikut mendorong ekonomi menjadi terpusat dan pemerataan penguasaan asset menjadi terbatas.

Ali Akbar Optimation: Modern Approach of Motivation

Penulis harus katakan bahwa selama ini tidak mudah ‘merendahkan hati’ untuk mendengarkan pidato motivasi. Apalagi diujungnya diakhiri dengan ‘jalan keluar’ yang abstrak. Motivasi yang tujuannya lebih filosofis seperti budaya perusahaan, pencarian ketuhanan atau ceramah agama lebih mudah penulis pahami.

Ide Pakarseo (baca: pakar SEO) Ali Akbar dengan melakukan optimasi motivasi dengan menggunakan teknologi informasi adalah sebuah dobrakan atas dominasi pemasaran bertingkat yang terasa ‘ketinggalan’ karena lazimnya bisnis tersebut mengharamkan internet dan mengutamakan pertemuan face-to-face.

Optimasi internet ala Ali Akbar terasa up-to-date dan memberi solusi bagi bentuk nyata motivasi-motivasi yang di ramu dalam sesi-sesi seminar yang di galang Bisma Center, organisasi yang merangkum minat Busisness, Internet, dan Marketing dan Affiliate. Ali Akbar mendayagunakan SEO atau search engine optimation, dan twitter sebagai kunci pembuka kesuksesan atau kekayaan.

Dibanding konsep lama, bisnis ala internet ini menampilkan wajah kesetaraan yang nyata. Tidak ada tingkat-tingkatan, yang ada adalah saling bantu teroganisir dalam optimasi backlink sehingga setiap peserta bisa menjadi top rank dalam search engine seperti Google.

Bisnis bisa dimulai dari menjadi makelar dan diakhiri menjadi produsen. Sinergi antara produsen dan pemasar terjadi dalam level yang dekat saja tak perlu sebuah tingkatan yang rumit dan hirarkis. Ditambah lagi kemerdekaan menjadi ‘entrepreneur’ lebih terasa dalam pendekatan ini.

Yang juga menarik dalam pendekatan Sang Pakarseo adalah metode pengajaran internet marketing yang meminjam bahasa Ike Dahlia Murid sang pakar yang sukses memasarkan Brownies Gandum Utuh (http://www.browniesgandum.com/) dari Bandung via online, menggunakan bahasa manusia. Hasilnya, ibu rumah tangga yang gapnet alias gagap internet bisa sukses memmbuat website dan nangkring di hasil pencarian no. 1 untuk kata kunci “brownies gandum”  Demikian juga Pak Dewanto Purnomo yang menjadi penghuni halaman pertama untuk pencarian “boneka lucu” di google. Tentu saja kalau tidak disertai sukses penjualan, kebrhasilan SEO ini bukan sesuatu yang luar biasa. Ya, mereka yang nangkring di halaman pertama mesin pencari ini juga berhasil membukukan pesanan yang sangat signifikan. Brownis Gandum kini harus memasak rata-rata 100 loyang sehari, sementara Rumah Boneka sudah memiliki outlet di banyak kota dan kini berkembang menjadi produsen boneka dari sebelumnya yang hanya ‘makelar’ on line.

Pendekatan Sedekah

Tak berhenti pada metode yang realistik, gerakan optimasi ini selalu mengedepankan sedekah dalam pendekatan bisnisnya. Bahkan tokoh-tokoh dalam motivasi optimasi ini seperti dr. Andyka Sedyawan, Andre Raditya, Noveldy, Ahmad Gozali , Jamil Azzaini dan Ali Akbar sendiri mempercayai kekuatan sedekah dan membahagiakan orang lain sebagai cara untuk mencapai kesuksesan dalam pengertian yang ‘beyond’ kekayaan.

Teringat saran Sethi dan para penganjur kesuksesan yang konvensional dalam pengelolaan kekayaan yang cenderung ‘pelit,’ gerakan motivasi ini terasa berbeda dan menjanjikan keunggulan rohaniah. Tak dipungkiri gerakan ini dimotori juga oleh para da’i seperti Ustadz Jusuf Mansyur yang mendakwah dan menebarkan ‘virus’ sedekah dan disebarluaskan oleh para ‘pelaku’ seperti Mas Mono pemilik jaringan restoran ayam bakar yang berkembang saat ini.

Terlihat konsep optimasi internet yang dikembangkan oleh Ali Akbar ini menggabungkan ilmu motivasi, jaringan dan internet marketing dan dilandasi spiritualisme Islam yang mempraktekkan: carilah kekayaan seolah engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan engkau akan mati esok hari. Dengar pula jargon Ali Akbar yang terkenal di kalangan follower-nya: “Mati itu pasti hiduplah dengan berarti” atau “Wujudkan mimpi orang lain selain mimpi kita sendiri.”***

4 thoughts on “Bisma Center dan Dua Mazhab ‘Menjadi Kaya’

  1. Terima Kasih banyak atas tulisannya tentang Saya, Ali Akbar, BISMA dan Ilmu OPTIMASI.

    Semoga tulisannya BERMANFAAT.
    Semoga diantara kita HANYA ADA KEBAIKAN🙂

    *mohon mengirim email ke AliAkbarBISMA@gmail.com ya. Saya merasa TERHORMAT jika mas Mau menerima hadiah Training @IlmuOPTIMASI dari PT. BISMA Korpora Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s