JOKOWI


Nama Jokowi itu berkah. Tidak semua orang memiliki nama yang bisa terdengar keren jika disingkat. Kota-kota di dunia seperti LA, NY dan KL juga memiliki berkah singkatan nama yang menjual. Dahulu pejabat yang senang akan singkatan namanya adalah Pak Habibie. Singkatan namanya yang “BJ” Habibie terdengar sangat gagah dan berbau ‘barat.’ (Jadi ingat film seri BJ and The Bear …). Tak heran kalau beliau sering terlihat dengan topi kbanggaannya yang bertuliskan “BJH.”  SBY adalah contoh paling baru tokoh dengan singkatan nama yang populer. Tokoh lain mencoba menyingkat namanya agar keren (maunya juga mudah diingat) tapi tidak semua berhasil, contoh mutakhir singkatan yang kurang manis adalah: ARB.

Berbeda dengan gaya singkatan nama seperti JFK, SBY, BJ atau AQJ yang mengesankan modern dan urban,  Jokowi adalah gaya akronim nama khas Jawa yang menegaskan nafas kampung. Di Jawa tengah dan Jawa Timur pola singkatan seperti ini sering dijumpai semisal Jokarso dari Joyo Karso, Dulbaroh dari Abdul Baroch, Matsanip dari Ahmad Sanip dan seterusnya.

Seseorang yang dipanggil dengan singkatan namanya yang keren itu biasanya disayangi oleh mereka yang menyebut. Apalagi singkatan yang muncul itu bukan ia buat sendiri, melainkan lahir dari perbincangan komunitasnya. Nama panggilan itu kemudian menjadi semacam Gelar penghormatan dan pengakuan akan sosoknya.

Apalah arti sebuah nama, kalau pun ia tidak bernama mawar, keharumannya akan tetap begitu adanya. Begitu kata Juliet pada Romeo. Tetapi tetaplah nama adalah sebuah identitas baik personal maupun korporasi. Maka muncullah istilah BRAND atau merek sebagai salah satu bentuk identitas tersebut. Pada saatnya nanti, nama itu akan memiliki atribut-atribut juga kesan yang seluruhnya itu membentuk reputasi.

Jokowi adalah sebuah brand dengan reputasi yang luar biasa di dunia politik Indonesia. Ia menjadi aktor politik yang memiliki banyak nilai positif di mata masyarakat karena lakunya yang tidak sewajarnya “politikus” yang kita kenal. Tanpa banyak retorika, Jokowi mempertontonkan cara kerja yang efektif dan efisien dan taktis. Dari gaya blusukan, membenahi aparat, cara mengendalikan sebuah proyek hingga bagaimana bersinergi dengan kekuatan lain. Dalam berperilaku politik ia juga terlihat terukur tanpa harus banyak mengatakan itu.

Jokowi adalah sosok yang dicintai, mungkin itulah mengapa ia memiliki banyak pendukung. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s