Menjadi Astronom atau Astronot?


Dunia ini benar-benar penuh pilihan. Menjadi pengusaha atau wirausaha, dalam berbagai skalanya juga sebuah pilihan. Saat ini arus menjadi pengusaha semakin kuat, terlihat dari ramainya bisnis online, ribuan gerai yang bermunculan, banjirnya para motivator dan peserta seminar motivasi serta gencarnya pembinaan UKM oleh pemerintah maupun swasta lewat program PKBL maupun CSR.

Lompatan menjadi seorang pengusaha dari status orang gajian atau jenis pekerjaan profesional lain banyak modusnya. Ada yang menunggu pensiun atau mempercepatnya menjadi pensiun dini, ada yang kepepet karena terkena rasionalisasi dari pekerjaan kemudian beralih menjadi wirausahawan, ada yang memang memilih keluar dari pekerjaan dan lain-lain. Berbeda dengan yang memang sudah menancapkan kuat-kuat niat untuk menjadi wirausaha dari sejak awal karirnya, para pelaku alih profesi ini seringkali gamang saat berada pada tahap penyesuaian dan pembulatan tekad.

Masa peralihan ini adalah masa yang kritis, karena banyak sekali batu ujian yang dihadapi. Umumnya adalah ketidakpastian, baik dari segi pendapatan, keamanan usaha sampai yang bersifat psikologis semisal ketidakjelasan status, gengsi, sindrom rendah diri dan lain-lain. Namun menjawab ketidakpastian dengan terus mengembangkan usaha, mengisi hari-hari dengan upaya pemasaran dan pematangan produk dalam berbagai bentuknya adalah pilihan paling tepat.

Untuk mengurangi ketidakpastian pada awal usaha, selayaknya seorang pemula wirausaha memiliki hal-hal berikut sebagai modal non finansial yang cukup menentukan.

  1. Bidang usaha yang spesifik dan sesuai dengan keahlian atau minat.
  2. Relasi, minimal denganbidang-bidang usaha pendukung utama.
  3. Partner usaha yang bervisi sama dan memiliki itikad untuk menuangkan bentuk kerjasama dalam lembar hitam diatas putih.
  4. Perencanaan usaha, meskipun dalam bentuk yang sederhana.
  5. Motivasi tinggi untuk melakukan pekerjaan multi-tasking sehubungan dengan minimnya sumber daya manusia di awal usaha.
  6. Kerendahan hati sekaligus semangat untuk belajar kepada siapapun.
  7. Kesabaran yang cukup dipadu dengan rasionalitas yang sehat dalam memperhitungkan waktu dibandingkan dengan hasil yang didapat.

Tentang Melompat

Melompat adalah momen yang menentukan. Karena pada saat melompat hampir tidak ada kata mundur. Memutuskan untuk meninggalkan status sekarang menjadi status baru sebagai pengusaha adalah momen krusial yang akan sulit jika tidak memiliki dorongan yang kuat. Untuk mendapatkan daya dorong yang cukup untuk melompati sebuah selokan selebar dua meter misalnya, seseorang memerlukan energi dorong yang ia dapatkan dengan berlari dari jarak lima meter. Namun begitu ia melompat dan melayang, ia sudah memutuskan untuk mendarat di tempat yang samasekali berbeda.

Energi untuk mendapatkan lompatan yang cukup, bisa didapat melalui banyak hal. Biasanya kondisi tersebut adalah kondisi kristis. Berikut ini adalah beberapa jenis kondisi kritis.

  1. Kondisi tak ada pilihan lain sekaligus tanpa modal. Ini adalah alasan paling buruk untuk memulai usaha karena bisa jadi persiapannya sangat minimal dan buta arah tanpa ada peta.
  2. Tak ada pilihan lain tetapi memiliki modal bisa berupa finansial maupun keahlian. Situasi seperti ini sesungguhnya menguntungkan karena biasanya memiliki energi lompatan yang besar karena tidak melalui proses pikir panjang mengenai hal-hal yang tidak perlu.
  3. Membuat diri dalam kondisi kritis sehingga harus menjadi pengusaha, setelah mempersiapkan modalnya. Ini adalah cara paling ideal untukmelompat menjadi pengusaha. Ibaratnya seorang atlit yang sudah berlatih dengan cukup dan dihadapkan pada pertandingan sebagai faktor pemicu kritis. Cara membuat kondisi kritis misalnya keluar dari pekerjaan, hidup mandiri lepas dari orang tua, atau merantau.

Mungkin posisi Anda sekarang adalah mempersiapkan diri, namun tak kunjung berani melakukan lompatan. Itulah yang kebanyakan dialami orang. Karena keberanian itu memang tidak bisa dibuat-buat, ia genuine muncul dari dalam diri. Tetapi jika memang minat Anda adalah menjadi pengusaha, jangan khawatir, kekuatan untuk berani melompat pasti akan Anda dapatkan segera.

Kesuksesan itu memiliki jalan yang beragam. Lebih baik sekarang Anda fokuskan untuk menggali kemampuan dan relasi. Momentum melompat adalah sebuah hidayah yang akan datang pada saatnya. Mungkin itulah mengapa tidak semua orang menjadi pengusaha, lihatlah saat Anda berangkat ke tempat kerja, sesungguhnya Anda sedang menuju ke sebuah bentuk wirausaha dari seorang pengusaha besar. Satu orang pengusaha, menjadi tumpuan ribuan orang seperti Anda.

Tidak menjadi pengusaha bukan dosa, tetapi jika ada niat tetaplah fokus dan melompatlah pada saatnya. Pelajarilah seluk beluknya dengan tekun.

Jangan takut jika saat ini Anda dicap sebagai astronom yang mengamati bintang gemintang di langit. Astronom yang konstruktif dan berkualitas akan mengantar astronot sampai ke bintang. DAlam dunia usaha, tak mustahil Anda adalah adalah keduanya, astronom sekaligus astronot.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s