Annual Report, Sustainability Report, Integrated Report


tripple bottomline-01

Dahulu laporan perusahaan hanya berfolus pada laporan kinerja finansial, atau financial report. Logis, karena perusahaan didirikan untuk mencari laba, sehingga para pihak yang berkepentingan ingin mengetahui kinerja perusahaan dari sisi ini.

Jaman berubah. Pelaporan finansial tidak cukup untuk menggambarkan performa perusahaan. Maka laporan pun harus dilengkapi dengan sejauhmana perusahaan bertanggungjawab terhadap aspek lain yang berkait dengan manusia dan lingkungannya.

Dalam persepektif ini lahirlah apa yang disebut Sustainability Report atau dibahas Indonesiakan sebagai Laporan Berkelanjutan.

OJK yang dahulu adalah Bappepam LK merespon hal ini dalam peraturan yang dikeluarkan dengan menyebut bahwa laporan Tanggung Jawab Sosial dimasukkan dalam poin tersendiri dalam laporan tahunan perusahaan.

Namun poin CSR ini boleh juga dibuat terpisah dalam Sustainability Report. Artinya jika perusahaan telah mengikuti poin-poin dalam Peraturan Bapepam Nomor X.K.6, di mata regulator tidak wajib membuat Sustainability Report.

Peraturan Bappepam LK_OJK

Lain kalau kita bicara Annual Report Award yang aturan dasarnya juga menggunakan peraturan ini, namun ada poin 5% dalam kriteria penilaian yang salah satunya disumbang dari keberadaan Sustainability Report ini.

Disamping itu ada inisiatif yang dikeluarkan oleh International Integrated Reporting Council (IIRC) yang intinya kurang lebih menggabungkan Annual Report dengan Sutainability Report. Namun konsep ini sampai sekarang masih dalam pengembangan.

Konsep Annual Report di Indonesia yang merujuk pada peraturan OJK, sesungguhnya senafas dengan konsep Integrated Report. Karena sesungguhnya peraturan ini menggunakan referensi dari Global Reporting Initiative (GRI) yang menggagas Sustainability Report. Tetapi pendekatan GRI ini sepertinya tidak diadopsi mentah-mentah oleh OJK, karena jika demikian annual report kita akan menjadi sangat berat untuk dibuat.

Mungkin memang sementara ini membiarkan Sustainability Report menjadi tambahan yang tidak wajib adalah pilihan yang bijak. Toh poin-poin dalam Sub Bab CSR versi OJK cukup informatif, meski tanpa Materiality Checking ala GRI.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s