MEA dan Mestakung


Tahun 2016 esok hari, bersamaan dengan itu Masyarakat Ekonmi Asean dimulai!

Hampir semua suara yang muncul dipicu genderang dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA} di Indonesia bernada pesimis. Inisiatif yang dalam bahasa Inggris disebut ASEAN Economic Community ini disikapi pro dan kontra.

Pro: konon MEA akan membuka pasar yang lebih besar dan memberi kesempatan bagi 600 juta orang di wilayah ini. Kontra: Indonesia belum siap berkompetisi dengan negara ASEAN lain.

Tingkat pendidikan kita rendah.

Daya saing produk dan pabrik di Indonesia masih kalah. Etos kerja masyarakat katanya belum siap, dst.

Lalu tidak adakah pandang lain yang lebih positif dari MEA ini?

Mestakung
Saya jadi ingat semboyan Prof. Yohanes Surya ini: Mestakung. Semesta mendukung.

Intinya, pada kondisi kritis, molekul-molekul mengatur diri menyesuaikan untuk menghadapi situasi.

Contohnya, pasir yang di curahkan akan mengatur diri membentuk kerucut. Orang yang dikejar anjing, tiba-tiba mampu melompati pagar setinggi dua meter.

MEA yang kita pandang sebagai momok, seharusnya mejadi pemicu keadaan kritis agar kita bekerja lebih keras, dan akhirnya Mestakung!***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s