Devaluasi Istilah


Tidak ada Pertemanan Abadi, yang ada adalah kepentingan Abadi, kata kritikus politik untuk para politisi dalam melakukan manuver-manuver. Kritik menyindir ini lama kelamaan karena diajarkan di bangku kuliah sebagai sebuah bahasan ‘fenomena‘ maka para lulusan universitas yang menjadi politisi sering mengutipnya. Akhirnya para politisi sendiri yang mengucapkannya sebagai sebuah pemakluman atas segala koalisi dan kaukus atau apapun namanya! Aneh sekali, cap miring sekarang menjadi sebuah keniscayaan yang dimaklumkan!

Baca lebih lanjut

Kah yang Indah


Oleh-oleh dari Kalimantan yang paling indah adalah kata ‘kah’ yang terbawa terus di kantong ingatan. Kata ini bertebaran dengan lancarnya di kalimat-kalimat orang Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Pekanbaru dan sekitarnya.Yang tidak terbiasa mendengar atau menggunakan kata ini sering membuatnya jadi bahan lelucon: ikan apa yang paling banyak di Kalimantan? Ikan ‘kah,’ katanya. Ya, karena setiap makan diwarung si orang ini ditanya: ‘Pakai ikan kah?’ yang jawabannya ya atau tidak.

Tetapi bukankah pertanyaan dengan ‘kah’ itu lebih nyaman daripada ‘Pakai ikan Nggak?’ apalagi ‘Ngga pakai ikan ya?’

Kata ‘kah’ ini menunjukkan keinginan meminta konfirmasi tetapi dengan nada positif. Dalam bahasa tulis email atau SMS yang menyaratkan (atau mensyaratkan?) kesopanan yang selalu terjaga, kata ‘kah’ sangat membantu untuk membuat pertanyaan dengan nuansa yang sopan tanpa harus kehilangan keakraban.

Anda setuju kah?***

Kata Terindah Dalam Bahasa Indonesia


Dalam banyak hal, orang Indonesia terkesan lebih mudah melihat sisi buruk mukanya sendiri daripada menemukan kebanggaan dari apa yang dimilikinya. Sangat berbeda dengan orang Thailand yang saya kenal misalnya, mereka begitu bangga dengan negaranya meskipun tidak mengatakannya secara verbal. Paling tidak mereka selalu menggunakan nilai-nilai mereka sendiri, tidak underdog berhadapan dengan orang asing dan yang pasti jarang atau hampir tidak pernah saya dengar mereka menggunjing negatif negaranya sendiri meskipun kondisi mereka sedang prihatin seperti saat ini.

Jadi apa yang layak kita banggakan dari kehidupan berbangsa kita? Salah satunya adalah adanya bahasa Indonesia, bahasa nasional yang menyambungkan ratusan suku bangsa di kepulauan Nusantara ini.

Baca lebih lanjut