Nagara Dana Rakca.


Tanyakan apa yang telah engkau berikan pada negara, dan apa yang dilakukan negara atas apa yang telah engkau berikan.

Pengumuman Departemen Keuangan atas penerimaan pajak yang mencapai 900 triliun lebih tahun ini, yang melonjak hampir 300% dibanding tahun 2005 lalu, sangatlah menarik.

Entah mengapa perbandingannya dengan tahun 2005, ini juga menarik.

Tetapi baiklah itu kabar baik bahwa ada yang naik diantara yang turun selama ini. Peringkat investasi negara kita juga naik. Artinya menurut Fitch Rattings, , lembaga pemeringkat itu, Indonesia menjadi negara layak investasi dengan pertumbuhan bagus (meskipun tahun ini baru mencapai 6% dari target 7%), rasio penerimaan negara dengan kewajiban utangnya semakin sempit dan indikator lain menunjang pemringakatan menjadi BBB- untuk foreign currency long-term senior debt, dan utang jangka pendek dalam mata uang asing menjadi F3, saat ini.
Baca lebih lanjut

Impian Rusia vs Impian Indonesia.


Judul di atas mungkin memang tidak terlalu tepat menggambarkan apa yang ingin ditulis berikut ini. Tetapi apa yang ditulis oleh majalah Bloomberg Businessweek edisi 5 – 11 Agustus 2010 mengenai Impian Rusia mengenai bagaimana mereka memandang sebuah “rumah” adalah sesuatu yang menyadarkan kita tentang sebuah nilai yang seringkali kita lupakan dan kita anggap sepele tetapi sesungguhnya memiliki nilai yang “tinggi” dan untuk mencapainya harus diperjuangkan dengan serius bahkan melalui lika-liku politik yang rumit.

Impian yang mereka maksud tidak lain adalah ingin membuat warga Rusia memiliki rumah mereka sendiri. Lho, apakah mereka selama ini tidak memilikinya? Benarkah Negara semaju mereka apalagi jika mengingat kedigdayaan Uni Sovyet dahulu, tinggal orang-orang yang tidak memiliki kediaman yang kita sebut rumah itu?

Baca lebih lanjut

Malaysia Lagi


upin & ipin
Sebuah ikon Malaysia yang lain.
Sejarah bangsa bertetangga mengapa selalu menampilkan kisah yang serupa: ketegangan? Hubungan antar budayanya juga saling mirip satu sama lain. Memang ada yang sebatas ketegangan kultural semacam Belanda – Belgia atau Kanada  – Amerika.  Orang Belanda dalam tanda petik kesel kalau ada orang Belgia yang mengaku-ngaku Belanda. Orang Kanada tidak mau dianggap Amerika mereka mencitrakan dirinya sebagai pecinta damai bukan sebaliknya.

Sampai kepada ketegangan militer yang mengenaskan, semisal India – Pakistan yang sejak jaman Gandhi – Nehru, Zia Ulhaq. Atau yang selalu bertensi hangat hingga panas semacam Korea Utara- Selatan, Jepang – Cina, Laos – Thailand, Cina – Taiwan dan kita pasti tahu: Indonesia – Malaysia.
Baca lebih lanjut

Membaca Wayang Sepanjang Usia


shadow-puppet

…  sebenarnya dalam dunia perfilman dunia, sementara ahli mengakui bahwa wayang atau shadow puppet ala Jawa, bisa dikatakan sebagai bentuk awal dari film modern. Keberadaaanya dibahas sejajar dengan camera obscura dan teknologi awal lain yang akhirnya melahirkan film modern. ———————————————————————————————

Wayang kulit bagi saya adalah sesuatu yang dekat sekaligus jauh. Dekat karena kami, anak-anak Jawa sudah harus mengerti tokoh-tokoh wayang sejak SD, karena itu adalah bagian dari pelajaran bahasa Jawa, atau bahasa ’daerah’ (Jangan tanyakan lagi mengapa daerah bisa bermakna ’diluar Jakarta’).

Dekat karena di Kulonprogo, daerah kami tinggal, ada seorang dhalang yang amat sangat populer pada masa itu, Ki Hadi Sugito. Kini beliau sudah almarhum. Soal Ki Hadi Sugito, kami tua muda sepakat bahwa dialah dhalang terbaik, dengan suara yang gandem, dan suluk yang merdu. Meskipun akhirnya saya tahu bahwa kelebihan (atau kekurangan, menurut para penganut pakem atau tata cara bercerita yang ada di wilayah mainstream) Hadi Sugito adalah cara berceritanya yang slengekan, meminjam istilah remaja tahun 90-an untuk menyebut gaya yang keluar aturan.

Baca lebih lanjut