Internal Communications


icon_internal communications-01

Internal Communications tak berhenti pada membangun pipa melainkan memastikan sirkulasi air ide diantara individu-individu, kelompok dan fungsi-fungsi dalam sebuah organisasi.

Seperti setiap misi apapun dalam organisasi atau perusahaan, berpikir dari akhir adalah sesuatu yang akan membuat kegiatan termasuk Internal Communications ini efektif. Apa tujuan akhir dari proses ini? Jawabannya bisa memfokuskan semua aktivitas kepada satu tujuan. Evaluasi juga akan mudah dilakukan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Presentasi Keren Dengan PREZI


presentasi Membosankan

Melakukan presentasi di jaman sekarang sudah jamak mempergunakan aplikasi komputer seperti Power Point yang amat sangat populer itu. Meskipun dikenal pula aplikasi semisal Keynote yang menjadi standar platform Mac (Apple), atau Flash yang lebih rumit.

Penampilan PowerPoint yang ‘begitu-begitu saja’ semakin mendorong orang untuk mencari aplikasi presentasi yang lebih keren. Gaya presentasi Steve Jobs banyak mengilhami orang tentang bagaimana menjual gagasan melalui tayangan presentasi yang baik. Memang, PowerPoint sudah mencukupi untuk berbagai kebutuhan presentasi, apalagi kalau dibanding jaman masih menggunakan Overhead Projector! Waduh, jadul abis ya?
Baca lebih lanjut

Menjadi Astronom atau Astronot?


Dunia ini benar-benar penuh pilihan. Menjadi pengusaha atau wirausaha, dalam berbagai skalanya juga sebuah pilihan. Saat ini arus menjadi pengusaha semakin kuat, terlihat dari ramainya bisnis online, ribuan gerai yang bermunculan, banjirnya para motivator dan peserta seminar motivasi serta gencarnya pembinaan UKM oleh pemerintah maupun swasta lewat program PKBL maupun CSR.

Lompatan menjadi seorang pengusaha dari status orang gajian atau jenis pekerjaan profesional lain banyak modusnya. Ada yang menunggu pensiun atau mempercepatnya menjadi pensiun dini, ada yang kepepet karena terkena rasionalisasi dari pekerjaan kemudian beralih menjadi wirausahawan, ada yang memang memilih keluar dari pekerjaan dan lain-lain. Berbeda dengan yang memang sudah menancapkan kuat-kuat niat untuk menjadi wirausaha dari sejak awal karirnya, para pelaku alih profesi ini seringkali gamang saat berada pada tahap penyesuaian dan pembulatan tekad.

Baca lebih lanjut

JOKOWI


Nama Jokowi itu berkah. Tidak semua orang memiliki nama yang bisa terdengar keren jika disingkat. Kota-kota di dunia seperti LA, NY dan KL juga memiliki berkah singkatan nama yang menjual. Dahulu pejabat yang senang akan singkatan namanya adalah Pak Habibie. Singkatan namanya yang “BJ” Habibie terdengar sangat gagah dan berbau ‘barat.’ (Jadi ingat film seri BJ and The Bear …). Tak heran kalau beliau sering terlihat dengan topi kbanggaannya yang bertuliskan “BJH.”  SBY adalah contoh paling baru tokoh dengan singkatan nama yang populer. Tokoh lain mencoba menyingkat namanya agar keren (maunya juga mudah diingat) tapi tidak semua berhasil, contoh mutakhir singkatan yang kurang manis adalah: ARB.

Berbeda dengan gaya singkatan nama seperti JFK, SBY, BJ atau AQJ yang mengesankan modern dan urban,  Jokowi adalah gaya akronim nama khas Jawa yang menegaskan nafas kampung. Di Jawa tengah dan Jawa Timur pola singkatan seperti ini sering dijumpai semisal Jokarso dari Joyo Karso, Dulbaroh dari Abdul Baroch, Matsanip dari Ahmad Sanip dan seterusnya.

Baca lebih lanjut

Bisma Center dan Dua Mazhab ‘Menjadi Kaya’


Apa yang dicari manusia dalam hidup? Ini adalah pertanyaan filosofis tertua yang menggerakkan perbincangan mengenai hakikat manusia sejak jaman dulu. Hingga muncullah idiom-idiom yang menggambarkan bagaimana seharusnya manusia memanfaatkan waktu hidupnya.

Horatius yang hidup pada 8 Desember 65 SM – 27 November 8 SM terkenal dengan Carpe Diem atau Seize The Day atau raihlah hari ini. Ada idiom ‘Waktu adalah Uang’ atau ‘Time is Money’ yang mengandaikan bahwa hidup harus diisi dengan mencari uang.

Mengisi hidup dengan mencari kekayaan membuat manusia berpotensi meninggalkan etika dalam berusaha. Akhirnya kesuksesan diukur semata-mata dengan berapa banyak uang yang dipegang, tidak peduli bagaimana uang itu didapat.

Baca lebih lanjut

Nagara Dana Rakca.


Tanyakan apa yang telah engkau berikan pada negara, dan apa yang dilakukan negara atas apa yang telah engkau berikan.

Pengumuman Departemen Keuangan atas penerimaan pajak yang mencapai 900 triliun lebih tahun ini, yang melonjak hampir 300% dibanding tahun 2005 lalu, sangatlah menarik.

Entah mengapa perbandingannya dengan tahun 2005, ini juga menarik.

Tetapi baiklah itu kabar baik bahwa ada yang naik diantara yang turun selama ini. Peringkat investasi negara kita juga naik. Artinya menurut Fitch Rattings, , lembaga pemeringkat itu, Indonesia menjadi negara layak investasi dengan pertumbuhan bagus (meskipun tahun ini baru mencapai 6% dari target 7%), rasio penerimaan negara dengan kewajiban utangnya semakin sempit dan indikator lain menunjang pemringakatan menjadi BBB- untuk foreign currency long-term senior debt, dan utang jangka pendek dalam mata uang asing menjadi F3, saat ini.
Baca lebih lanjut

Pendidikan


Sok tahu saja, saya sering bicara ke orang – dari kenalan saya sopir taksi, teman saya tukang reparasi, tukang sol sepatu, hingga penjaja roti keliling – mengatakan bahwa 50% masalah di Indonesia ini dapat diselesaikan jika pendidikan dilaksanakan dengan benar.

Bisa sederhana bisa juga tidak. Tapi apa yang ditunjukkan Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi, Butet Manurung dengan mengajar anak rimba, Johannes Surya dengan proyek olimpiade fisikanya, Anis Baswedan dengan Indonesia Mengajar menunjukkan sudut-sudut dunia pendidikan kita yang patut dibanggakan sekaligus patut dibenahi.

Baca lebih lanjut